Program Pengabdian Masyarakat Bersama Mahasiswa

Program Pengabdian Masyarakat Bersama Mahasiswa Program pemerintah mengenai makan bergizi gratis menjadi peluang strategis bagi desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Desa Bicak, Mojokerto, sebagai desa agraris, memiliki potensi bahan pangan lokal yang beragam seperti sayuran, buah, umbi-umbian, serta hasil ternak yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Namun, permasalahan gizi kurang, pola konsumsi yang tidak seimbang, dan rendahnya pemahaman keluarga mengenai penyusunan menu bergizi berbasis bahan lokal masih menjadi tantangan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi keluarga melalui pendirian Kelas Gizi Keluarga Bahan Lokal, sehingga masyarakat mampu menyusun menu sehat, murah, dan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan desa. Selain itu, program ini juga mendukung keberlanjutan program makan bergizi gratis melalui optimalisasi bahan lokal, sehingga tidak hanya meningkatkan kesehatan keluarga tetapi juga memberdayakan petani dan pelaku usaha pangan di desa. Memiliki keterkaitan Keterkaitan Roadmap Penelitian UMM: SDG 2,3 dan 12: Zero Hunger, Good Health and Well-being dan Responsible Consumption and Production. IKU 2: Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, IKU 3: Dosen berkegiatan di luar kampus dan IKU 5: Hasil kerja dosen dimanfaatkan masyarakat. Mendukung Asta Cita poin 4 yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui gizi seimbang dan pendidikan sehat dan RIRN: Masuk dalam bidang fokus Ketahanan Pangan dan Gizi yang menekankan pengembangan inovasi pangan berbasis lokal, edukasi gizi, dan pengurangan stunting. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pemetaan potensi pangan lokal, (2) penyuluhan dan pelatihan gizi seimbang berbasis bahan lokal, (3) praktik memasak sehat bersama kader PKK dan kelompok ibu, serta (4) pendampingan berkelanjutan melalui modul digital dan buku resep gizi lokal. Program ini akan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, PKK, sekolah, dan Bumdes.Luaran wajib yang ditargetkan adalah publikasi pada Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis terakreditasi sinta 3, selain itu luaran tambahan tersusunnya modul kelas gizi keluarga berbasis bahan local dan terbentuknya komunitas keluarga sadar gizi.
Yudisium Periode IV Magister Agribisnis PPs UMM 2025

Tanggal 24 November 2025 Program Magister Agribisnis Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (PPs UMM) menyelenggarakan Yudisium Periode IV pada tanggal 24 November 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian akademik dan dinyatakan berhak menyandang gelar Magister Pertanian (MP). Pada periode ini, tiga mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan: Muhammad Irfan, MP. Adi Supriono, MP. Raden Ogyk Dwi Anggara Gunawan Putra, MP. Pelaksanaan yudisium berlangsung dengan khidmat, menegaskan komitmen Program Magister Agribisnis UMM dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi di bidang agribisnis. Acara ini tidak hanya menjadi penanda akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal dari kontribusi nyata para lulusan dalam pengembangan sektor agribisnis di Indonesia. Dalam sambutannya, pimpinan Pascasarjana UMM menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa selama menempuh studi. Ditekankan pula bahwa lulusan Magister Agribisnis diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik agribisnis, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha. Yudisium Periode IV ini sekaligus memperkuat reputasi Program Magister Agribisnis PPs UMM sebagai salah satu program studi yang konsisten menjaga mutu akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan predikat Akreditasi Unggul yang telah diraih, program ini terus berkomitmen melahirkan generasi akademisi dan praktisi agribisnis yang visioner, adaptif, dan berintegritas.
Pengenalan Program Studi dan Visi Misi Magister Agribisnis UMM kepada Mitra Eksternal, yaitu PT. Orgo Organic Farm Indonesia, Politeknik Pertanian Negeri Kupang NTT, dan Universitas Negeri Jember.

Program Studi Magister Agribisnis Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pengenalan program studi dan visi misi kepada mitra eksternal, yaitu PT. Orgo Organic Farm Indonesia, Politeknik Pertanian Negeri Kupang NTT, dan Universitas Negeri Jember. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Perikanan Edupark UMM serta dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai fasilitas Edupark UMM. Dalam sesi pengenalan, pihak program studi menyampaikan visi dan misi Magister Agribisnis UMM yang berorientasi pada pengembangan ilmu agribisnis modern, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Penjelasan ini sekaligus menegaskan komitmen UMM dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan sektor agribisnis di tingkat nasional maupun global. Kunjungan ke Edupark UMM memberikan kesempatan bagi para tamu untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas unggulan yang dimiliki universitas, antara lain: Laboratorium Perikanan dengan sistem budidaya ikan koi dan berbagai jenis ikan lainnya melalui teknologi akuaponik serta fasilitas laboratorium penelitian yang sangat memadai. Laboratorium Agroteknologi Green House Precision & Smart Farming, termasuk produksi sweet lavender melon dengan teknik hidroponik. Laboratorium Teknologi Pangan yang terintegrasi dengan UMM Bakery, tempat praktik pembuatan roti dan pengembangan produk pangan inovatif. Laboratorium Agribisnis untuk budidaya berbagai jenis jamur konsumsi. Green House Tanaman Hias dan Herbal sebagai pusat penelitian dan pengembangan tanaman fungsional. Kandang Ayam Organik UMM yang mendukung praktik peternakan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Magister Agribisnis UMM tidak hanya memperkenalkan program akademik, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan praktik lapangan. Edupark UMM menjadi bukti konkret bagaimana universitas menghadirkan ekosistem pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan industri agribisnis masa kini.
Akreditas Unggul Program Studi Magister Agribisnis UMM

Akreditasi Unggul Program Magister Agribisnis PPs UMM Periode 28 Agustus 2024 – 28 Agustus 2029 Program Magister Agribisnis Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (PPs UMM) resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk periode 28 Agustus 2024 hingga 28 Agustus 2029. Predikat ini merupakan capaian tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen UMM dalam menjaga mutu akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Akreditasi Unggul tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga mencerminkan konsistensi Program Magister Agribisnis dalam membangun reputasi akademik yang berdaya saing. Pencapaian ini diperoleh melalui evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, meliputi: Kurikulum yang inovatif dan adaptif, dirancang untuk menjawab tantangan agribisnis modern serta kebutuhan industri. Kualitas dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki rekam jejak unggul dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi. Fasilitas akademik, laboratorium, dan sarana pendukung yang memungkinkan mahasiswa mengintegrasikan teori dengan praktik lapangan. Prestasi mahasiswa dan alumni yang terbukti mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan sektor agribisnis. Pencapaian ini merupakan bukti nyata konsistensi UMM dalam mengembangkan pendidikan pascasarjana yang berorientasi pada keunggulan, relevansi, dan keberlanjutan. Dengan predikat Akreditasi Unggul, Program Magister Agribisnis diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang agribisnis, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Lebih dari itu, status akreditasi ini menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, dan memperkuat posisi UMM sebagai universitas yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.
Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah jadi Konsen Muhadjir Effendy

Di tengah perkembangan pesat dunia bisnis, Muhammadiyah menyadari pentingnya perubahan mindset, terutama dalam melihat bisnis sebagai sarana yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah. Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Efendy, M.A.P. dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Agenda diselanggarakan pada 26 Februari 2025 itu berlokasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dan terus mendorong perubahan dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang masih memandang dunia usaha dengan skeptis, menganggapnya “kotor” karena adanya praktik kecurangan dan permainan dalam perdagangan. Oleh karena itu, Muhammadiyah bertekad untuk mengubah pandangan ini dan menciptakan peluang bisnis yang mengutamakan etika, kejujuran, dan prinsip agama yang kuat. Muhadjir mengatakan, konsep kapitalisme religius menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi ini. Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa bisnis tidak harus berseberangan dengan nilai-nilai agama. Kapitalisme yang dibangun dengan etika agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mendatangkan kebaikan bagi semua pihak. Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah berusaha menumbuhkan para kapitalis yang sangat agamis, dan memiliki tanggung jawab sosial dan moral dalam setiap langkah bisnis yang diambil. Serta menekankan pentingnya pemahaman bahwa bisnis harus dijalankan dengan landasan etika yang kuat. “Kapitalisme yang lahir dengan prinsip agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah bagi umat,” ujarnya. Di sisi lain, pembinaan birokrasi Muhammadiyah juga menjadi fokus penting. Untuk merespons dinamika zaman yang terus berubah, organisasi ini menyadari bahwa birokrasi yang kaku tidak lagi efektif. Oleh karena itu, Muhammadiyah berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih fleksibel dan inklusif, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, serta mendukung keberlangsungan bisnis dan usaha yang dijalankan. Salah satu inovasi menarik adalah dalam hal kepemilikan bisnis. Muhammadiyah menyadari bahwa bisnis yang sukses tidak hanya dapat dimiliki oleh pengurus organisasi, tetapi juga bisa dibagi dengan warga Muhammadiyah atau mitra yang terlibat. Hal ini membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam ekonomi, tidak hanya dalam skala individu tetapi juga secara kolektif. Ini adalah salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa bisnis Muhammadiyah dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Peluang lebih besar hadir dalam dunia ritel, yang diharapkan menjadi tempat distribusi utama produk-produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan adanya outlet ritel, produk dari UMKM warga Muhammadiyah dapat lebih mudah diakses, memberikan peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Tentunya, produk yang dijual harus memenuhi standar kelayakan, baik dari segi kualitas maupun kemasan. Jika ada produk yang belum memenuhi standar, outlet memiliki kewajiban untuk membina produk tersebut agar dapat lebih diterima di pasar. “Kemudian kita mengontrol sendiri sirkulasi barang yang ada di Mentari Mart, tanpa ada campur tangan dari pihak manapun dan diatur oleh manajemen Muhammadiyah,” jelasnya. Sebagai contoh, bisnis pada sektor kesehatan yakni infus Suryavena yang diluncurkan oleh Muhammadiyah yang menawarkan produk infus dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk memastikan kesuksesan distribusinya, peta geospasial akan digunakan untuk mengukur kelayakan wilayah yang potensial untuk mendirikan outlet, sehingga mengurangi risiko kebangkrutan. Dalam hal pemberdayaan, Muhammadiyah juga memperhatikan pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda, khususnya siswa-siswi SMK Muhammadiyah jurusan perniagaan. Mereka akan diberdayakan untuk menjadi tenaga kerja terampil di berbagai bisnis yang didirikan, seperti di outlet Mentari Mart yang akan segera hadir. “Saya mempunyai mimpi bahwa sosial enterprise dapat menjadi prioritas utama dalam ekonomi kita di kemudian hari, setelah BUMN, Swasta, Koperasi, dan Bisnis Sosial,” ujarnya. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Muhammadiyah berupaya untuk menciptakan perekonomian yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan bagi warganya dan masyarakat luas. Muhammadiyah terus berupaya untuk tidak hanya menjadi organisasi yang besar, tetapi juga menjadi pendorong perubahan sosial dan ekonomi yang dapat membawa kesejahteraan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan semangat kapitalisme religius, pembenahan birokrasi, dan pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah bergerak untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, berkeadilan, dan penuh berkah. (nam/wil)
Semarak Ramadhan di UMM: Memahami Peran Budaya dalam Dakwah Muhammadiyah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Semarak Ramadhan yang penuh keberkahan selama bulan Suci. Salah satu acaranya yakni Pengajian Ramadhan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), yang digelar pada 5 Maret 2025. Dalam kesempatan ini, UMM menghadirkan tokoh Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.. yan menyampaikan tema menarik ‘Membumikan Dakwah Kultural Muhammadiyah”. Dalam pengajiannya, Danarto menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi warga Muhammadiyah dalam mengimplementasikan tradisi budaya dalam kehidupan beragama. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang salah kaprah dalam memandang budaya. Menganggap keterlibatan budaya dalam agama dapat menimbulkan unsur takhayul, bid’ah, dan khurafat. Akibatnya, banyak yang menjauhi budaya, bahkan menjadi anti budaya. Terdapat dua aliran dalam Islam yang berpengaruh terhadap pandangan ini, yaitu puritanisme yang dipelopori oleh Muhammad Ibnu Wahab, dan Islam Modernisasi yang diprakarsai oleh Muhammad Abduh. “Islam puritan menekankan pada penghapusan segala hal yang berhubungan dengan tradisi dan budaya, dan kembali meniru apa yang ada pada masa Nabi dan sahabat. Dalam pandangan mereka, tradisi yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap sebagai bid’ah,” jelasnya. Di lain sisi, Danarto juga menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh kaum modernasi dalam Islam adalah dengan meneliti hadist-hadist Nabi, memverifikasi keasliannya, dan hanya mengamalkan yang dinyatakan shohih. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar umat Islam dapat menerapkan etika, moral, dan tradisi pada masa Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan bahwa istilah bid’ah atau inovasi tidak seharusnya digunakan untuk menolak segala bentuk perkembangan dalam masyarakat, termasuk pengetahuan, filsafat, dan ilmu politik. Bid’ah harus dipahami dalam konteks nilai-nilai dasar, moral, dan karakter yang terkandung dalam ajaran Islam, bukan pada bentuk atau praktiknya saja. “Merujuk pada surat Al-Hujurat ayat 13, eksistensi berbagai budaya, suku, dan bangsa, dan menekankan bahwa budaya yang sesuai dengan nilai-nilai Islam harus diterima dan dihargai. Budaya bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan harus dipahami dan diselaraskan dengan ajaran Islam,” jelasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA., menyampaikan bahwa Muhammadiyah tidak hanya bisa berdakwah melalui ceramah atau tabligh, tetapi juga dapat melibatkan budaya sebagai sarana dakwah. “Muhammadiyah dapat berdakwah melalui budaya dengan mentransformasi nilai-nilai yang sudah ada dan mengemasnya dalam konsep yang lebih berkemajuan, Melalui budaya yang berkemajuan, dakwah Muhammadiyah akan semakin menarik bagi banyak orang. (nam/wil)
Kapal Garden UMM Tawarkan Nuansa Iftar di Kapal Pesiar

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum spesial yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bagaimana tidak, di bulan ini bertebaran kebaikan dan keberkahan dilipatgandakan. Untuk itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Kapal Rooftop Cafe gelar launching menu dengan tema “Rasa Ramadan”. Acara yang dilaksanakan pada 21 Februari lalu tersebut dihadiri oleh para rekan tamu undangan dari berbagai elemen kalangan masyarakat yang berkesempatan juga menikmati hidangan. Uniknya, dibalik pemilihan diksi tema yang fresh, Manager Kapal Garden Hotel by UMM, Teguh Hadi Saputro menjelaskan bahwa ada makna yang terkandung dalam tema makanan itu. Yakni kehangatan, kebersamaan, dan kebahagiaan dibalik berbagai cita rasa menyambut bulan suci Ramadan. “Tujuan utama kami adalah konsep berbuka puasa di kapal. Selain itu, khusus acara ini kami menghadirkan berbagai sajian menu primadona dengan nuansa bak berbuka di deck atas kapal pesiar. Harapannya hal-hal ini nantinya siap menemani waktu berbuka puasa para tamu hotel maupun para pengunjung,” ungkapnya Dibandingkan hanya memilih satu tema sajian menu, Teguh menyebut pelayanan mereka tetap menonjolkan ciri khas Kapal Rooftop dengan variasi menu Nusantara, Chinese, Timur Tengah, dan Western. Mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Di antaranya rendang, gado-gado, nasi kebuli, puding, kolak, dan masih banyak lagi. Menariknya, penawaran tersebut bisa dinikmati oleh semua kalangan dengan range budget yang bervariatif dari low hingga high budget. Sajian-sajian menu dan pengalaman ini tentunya hanya bisa dinikmati di Kapal Garden Hotel dan Café. “Selalu ada penawaran eksklusif untuk momen spesial. Untuk itu, kami sediakan pilihan berbagai paket yaitu, ala carte, paket grup, dan buffet. Paket grup Rasa Berlima start from 150.000 untuk 5 orang. Kemudian, promo buffet early bird start harga mulai 65.000/pax dengan estimasi reservasi sampai 10 Maret 2025. Serta, regular buffet start from 75.000 minimal pemesanan 20 pax. Kami sangat berharap masakan dan experience berbuka puasa di Kapal Rooftop Cafe bisa dinikmati oleh semua kalangan,” jelas Chef Kusmawardi. Zafira Auzia Najwa sebagai pengunjung mengaku sangat menikmati bersantap menu Rasa Ramadhan di Kapal Rooftop Cafe. Selain menu yang disajikan fresh, di sana ia bisa menikmati view semi alam yang khas, serta interior dan pelayanan yang memorable layaknya sebagai penumpang kapal pesiar. Di samping itu, ia menyebut rasa masakan nusantara yang dibuat tim Kapal juga lezat dan authentic. Menurutnya, pelayanan yang memuaskan didukung juga dengan kebersihan tempat dan makanan yang sangat baik cocok untuk event berbuka bersama teman-teman dan keluarga. (din/wil)